TIDAK PULANG SEMENTARA ADALAH PILIHAN YANG TEPAT



Wabah COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) telah menyebar luas di 33 provinsi di Indonesia. Penyebarannya yang sangat cepat berdampak pada berbagai bidang, baik bidang ekonomi, sosial, bahkan pendidikan. Semua masyarakat berbondong-bondong untuk segera balik ke kampung halamannya masing-masing, tapi tidak halnya dengan salah satu warga ini.
Saat diwawancara, ia menyebutkan identitasnya, “saya Zuli Muflihatin, mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo, mahasiswa tingkat akhir yang tinggal mengerjakan skripsi dan sayangnya telat daftar munaqosyah, yang terpaksa untuk tidak pulang sementara waktu ini, sampai wabah ini mereda”.
Wabah covid-19 ini membuat kampusnya mengeluarkan Surat keputusan yang berisikan tentang semua sistem diberlakukan dengan sistem online. Hal ini membuatnya sulit untuk mendapatkan bimbingan dari dosen pembimbing secara langsung dan pada akhirnya belum mendapat persetujuan dari skripsinya.
Selain itu, mahasiswa ini juga mencukupi kebutuhannya sehari-hari dengan bekerja sampingan. Tetapi, saat ini ia tidak memiliki pekerjaan sampingan, ia berkata, “disaat-saat seperti ini, ketika wabah covid-19 semakin menyebar, mencari kerjaan menjadi susah, lowongan pekerjaan kebanyakan ditutup”. Akan tetapi, Zuli tetap dapat kiriman uang seadanya oleh orang tuanya dan makan bersama dengan teman sekontrakannya.
Zuli juga menambahkan, “saya tidak berani untuk pulang ke rumah, saya takut kalau pulang kerumah akan membawa virus, karena saya dirumah mempunyai adek kecil yang masih berusia 3 tahun dan menurut saya bayi lebih rentan resiko kematiannya jika sudah terpapar virus ini, tidak pulang disaat seperti ini adalah pilihan yang tepat” katanya di Semarang (4/4/2020)

Komentar